Tampilkan postingan dengan label Teknology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknology. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Maret 2018

6 Akuisisi Bernilai Paling Fantastis Dalam Industri Teknologi

6 Akuisisi Bernilai Paling Fantastis Dalam Industri Teknologi

6 Akuisisi Bernilai Paling Fantastis Dalam Industri Teknologi

Perputaran di industri teknologi makin hari makin besar, seiring dengan perkembangan teknologi yang makin pesat. Alhasil, hal ini menjadi angin segar bagi para developer maupun produsen berbagai alat elektronik untuk mengembangkan bisnisnya. Dalam sejarah tercatat ada beberapa akuisisi dengan nilai yang sangat fantastis. Seperti yang terjadi pada tahun 2014 silam saat Facebook resmi mengakuisisi WhatsAppdengan nilai yang sangat fantastis, yaitu menyentuh angka US$21,8 miliar atau sekitar Rp311 triliun.
Tak hanya akusisi WhatsApp oleh Facebook yang nilainya fantastis, tercatat ada beberapa akuisisi di dunia teknologi yang nilainya tak kalah fantastis. Berikut ini 5 akuisisi industri teknologi 

6 Akuisisi Bernilai Paling Fantastis Dalam Industri Teknologi

1. Tumblr

Marissa Mayer bersama Yahoo mengejutkan beberapa pihak setelah mengakuisisi Tumblr*# pada tahun 2013. Yahoo tercatat mengakuisisi Tumblr dengan nilai sebesar **US$1,1 miliar atau setara dengan Rp 13,4 triliun. Sontak saja banyak yang terkejut dengan keputusan Yahoo yang berani menggelontorkan nilai yang cukup tinggi kepada Tumblr.

2. Motorolla

Lenovo resmi mengakuisisi Motorola dari pemilik sebelumnya, Google Inc. pada bulan Januari tahun 2014 silam. Menurut kabar yang beredar, nilai akuisisi Motorola tersebut mencapai US$2,91 miliar atau setara dengan Rp35,2 triliun. Namun, Lenovo tak langsung membayar lunas, mereka membayar sekitar US$660 juta dalam bentuk tunai dan juga 519 juta lembar saham Lenovo yang nilainya mencapai US$575 juta, sedangkan sisanya senilai US$1,5 miliar dibayarkan dalam jangka waktu tiga tahun ke depan.

3. Nokia

Siapa sih yang tak kenal Nokia? Produsen ponsel yang paling melegenda ini resmi diakuisisi oleh Microsoft pada tahun 2013 dengan nilai yang tak main-main, mereka mengakuisisi Nokia dengan nilai US$7,17 atau setara dengan Rp 79 triliun. Hal ini tidak mengejutkan lantara saat itu penjualan ponsel Nokia cukup lesu.

4. WhatsApp

Facebook resmi mengakuisisi Whatsapp pada tahun 2014 setelah melalui proses panjang selama delapan bulan. Meskipun saat itu pengguna aktif WhatsApp tidak sebanyak saat ini, namun pihak Facebook melihat peluang menggiurkan dari perkembangan WhatsApp yang digadang-gadang mampu menjadi pengganti SMS, sehingga mereka mantap mengakuisisinya dengan nilai US$19 miliar, namun angka tersebut membengkak menjadi US$21,8 miliar atau setara dengan Rp 311 triliun.
5. LinkedIn
Pada tahun 2016 lalu, Microsoft mengejutkan berbagai pihak karena berani mengakuisisi LinkedIn dengan nilai yang sangat fantastis, tercatat Microsoft berani menggelontorkan US$26,6 miliar atau setara dengan Rp 350 triliun. Salah satu alasan Microsoft berani mengambil tindakan ini lantaran mereka ingin mengembangkan Office 365, aplikasi dari Microsoft Office yang berkerja di ranah cloud yang diklaim akan semakin memanjakan 433 juta pengguna aktif LinkedIn.

6. EMC

EMC adalah perusahaan yang berbasis pada penyimpanan cloud. Bahkan nilai yang digelontorkan Dell untuk mengakuisisi EMC terbilang sangat fantastis, yaitu senilai US$67 miliar ataubsetara dengan Rp 909 triliun. Meskipun banyak yang menilai bahwa Dell terlalu gegabah dengan mengakuisisi EMC, namun hal itu bertujuan untuk melebarkan sayap di dunia penyimpanan cloud yang makin digemari masyarakat.
Itulah nilai akuisisi terbesar sepanjang sejarah dunia teknologi yang nilainya sangat fantastis. Di balik nilai fantastis tersebut, para perusahaan menyimpan strategi bisnis tertentu untuk memajukan bisnisnya.

Kamis, 22 Maret 2018

8 Teknologi Tercanggih Saat Ini


1000 Unik - Banyak teknologi terbaru yang telah ditemukan oleh para ilmuan yang mencengangkan mata dunia teknologi, memang sebagian banyak dari teknologi terbaru yang bisa dikategorikan tercanggih dan terunik ini tidak diluncurkan ke pasaran, yang memang banyak faktor yang menjadi kendala, bahkan banyak juga yang hanya berakhir sebagai prototipe, foktor seperti biaya produksi yang berpengaruh terhadap harga jual yang terlalu tinggi, atau mungkin dari segi fungsi dan efisiensi yang tidak berbanding lurus. 

Berikut ini adalah beberapa teknologi-teknologi tercanggih dan terunik yang mencengangkan dunia itu:

1. Cermin dengan Layar Sentuh


Saat ini begitu banyak tersedia produk dengan konsep layar sentuh (Touchscreen), namun untuk produk Cybertecture Mirror yang satu ini benar-benar mengagumkan. Sebuah perusahaan yang berpusat di Hong Kong memperkenalkan produk cermin revolusioner yang memiliki tampilan program aplikasi digital dan dilengkapi dengan speaker stereo, WiFi, IP41 waterproofing, dan beragam lainnya.

Cybertecture Mirror dapat digunakan dalam mode aktif atau pasif dan dapat dikendalikan melalui remote control dan / atau smartphone.

Cermin ajaib seharga HKD 60.000 ($ 7.733) ini benar-benar bagaikan seorang asisten pribadi. Ia dapat memberikan informasi penting, memantau kesehatan Anda melalui sebuah pad sensor, dan bahkan memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan komputer dan ponsel. Sangat cocok untuk digunakan di kantor, rumah dan lingkungan publik (hotel, rumah sakit, dll).

2. HP Termurah Di Dunia, Tidak Memiliki Layar


Ternyata, ada juga yang akhirnya merilis HP termurah di dunia, yang rupanya setelah dilihat tidak memiliki layar. menakjubkan, bukan?

Dengan Hop 1800, dunia itu sekarang telepon termurah sebesar $ 10 ... tidak, tunggu, $ 5,00. Penemu telah menyajikan dunia telepon termurah. Dan tidak hanya tersedia di Amerika Serikat - tetapi juga di seluruh dunia. Jika anda bisa mendapatkan satu, tolong jangan tertipu. Jangan menghabiskan lebih dari $ 10.00 sampai membeli Ponsel yang begitu mahal.

Hop-On The 1800 dilengkapi dengan spesifikasi sebagai berikut ::
Ukuran: 96.6mm (D) x41.6mm (W) x14mm (H)
Berat: 77g
Bands: Dual-band 850/1900MHz atau 900/1800MHz
Baterai: Standar Li-Ion 600mAh
Battery Life: Talk time 4 jam, waktu siaga 150 jam
Ringer: Polyphonic (16 Midi)
Embedded Vibration: Ya
SIM Lock: Yes
Keypad Lock: Yes
Fitur lain: Tidak layar, sentuhan tombol dengan tanda Braile

3. Kacamata Masa Depan Google


Perangkat Google Project Glass yang ditunjukkan di konferensi Google I/O 2012 pada Rabu (27/6/2012) menayangkan informasi persis di depan mata pengguna. Pemakainya juga dapat mengambil foto secara instan.

Namun, bagaimana jika penggunanya ingin beraktivitas sambil tetap memakai perangkat tersebut?

Sergey Brin, salah satu pendiri Google, optimistis bahwa Project Glass pada akhirnya akan menjadi lebih praktis ketimbang perangkat konvensional seperti smartphone. "Soalnya, pengguna perlu memegang (smartphone) dengan tangan dan melihatnya secara langsung. Ini tidak terjadi pada Project Glass," ujar Brin, seperti dikutip oleh All Things Digital.

Project Glass, menurut Brin, membebaskan pengguna dari kerepotan memakai ponsel. "Anda tak perlu lagi merogoh kantong hanya untuk melihat e-mail atau mengambil foto".

Perangkat ini memang dirancang Google untuk melakukan aktivitas-aktivitas sederhana dengan cepat, bukan hal-hal yang lebih rumit seperti browsing internet.

Lebih lanjut, Brin mengatakan, Project Glass nantinya akan menjadi sesuatu yang diterima secara luas oleh masyarakat. "Sekarang memakai kacamata seperti ini memang masih terlihat aneh. Namun dalam waktu tiga atau empat tahun ke depan, yang sebaliknya akan berlaku."

Desainer Project Glass, Isabelle Olsson, mengatakan, dalam hal interaksi dengan orang lain, Project Glass tidak akan menghalangi pengguna. "Yang penting, pemakai masih bisa memandang mata orang lain," ujarnya.

Project Glass, lanjutnya, dirancang untuk memudahkan pengguna berinteraksi dengan dunia virtual tanpa mengalihkan perhatian dari dunia nyata. "Jadinya, dekat dengan Anda, tetapi tidak menghalangi," ujarnya.

Menurut Olsson, dengan bobot yang lebih ringan dari kebanyakan kacamata hitam, Project Glass bisa dipakai dengan nyaman oleh pengguna.

Bagaimana jika pengguna memakai Project Glass sambil mengemudikan kendaraan? Menurut Brin, data penelitian Google sejauh ini meyimpulkan bahwa perangkat tersebut aman untuk dipakai ketika mengemudi. Karena menampilkan gambar yang tampak jauh, mata pengemudi tak mengalami peralihan fokus ketika berpindah dari pandangan di jalan ke tampilan di Project Glass.

Nantinya, Project Glass akan dibanderol lebih murah dari versi "Explorer Edition" berharga 1.500 dollar AS yang dijual kepada para pengembang aplikasi.

Harga akhir untuk konsumen belum ditetapkan, tetapi Brin menegaskan bahwa pihaknya akan lebih mengutamakan kualitas pengalaman pengguna ketimbang harga murah.

4. Sepeda Motor Bertenaga Udara


Ada gebrakan baru dari Australia dilakukan Dean Benstead, mahasiswa dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) jurusan desain industri. Dia berhasil menciptakan sepeda motor yang bergerak menggunakan tenaga udara bertekanan tinggi (compressed air) yang dinami "02 Pursuit". Selain ramah lingkungan, sepeda motor ini menawarkan bahan bakar alternatif sebagai pengganti bensin.

Dari tampilan, motor ini terlihat ramping tanpa sebonggol mesin yang biasa "nangkring" di bawah sasis. Desainnya bergaya SuperMoto tapi lebih sederhana dengan satu jok dan suspensi tunggal di belakang.

Pemakaian velg jari-jari dan ban bertapak lebar membuat tampilannya lebih gahar. Bahan dasar Pursuit diambil dari sepeda motor 250 cc. Gear penggerak dicomot dari Yamaha WR240F yang terintegrasi pada mesin udara (Engineair) DiPietro sebagai jantung pacu. Dengan mesin unik ini, sepeda motor bisa dikebut sampai 100 kph dan kemampuannya, kata Benstead masih bisa ditingkatkan lagi seiring finalisasi penelitian yang masih terus digarap.

"Prototipe selanjutnya akan mengubah total gayanya, menggunakan material berbeda, salah satunya mengganti sasis tabung baja yang dipakai sekarang ini. Mungkin pakai bahan aluminium atau bahkan titanium supaya lebih ringan," jelas Benstead.

5. Kaca Pintar Sebagai Layar Sentuh Interaktif


Jika anak-anak Anda yang duduk di jok belakang suka mencorat-coret kaca samping (pintu), jangan marah! Itulah cara mereka melawan kebosanan. Kondisi tersebut kini menjadi ilham bagi ilmuwan untuk menciptakan kaca samping belakang mobil menjadi layar sentuh interaktif atau bisa juga disebut kaca pintar (smart glass).

Menurut para ilmuwan dari General Motors, (GM), penumpang yang duduk di jok belakang, tidak mendapatkan hiburan seperti pengemudi atau penumpang depan. Akibatnya, mereka mudah bosan, khususnya anak-anak. Selama ini, untuk mengatasi hal tersebut parfa orang tua menyediakan DVD player dan Game Boys.

Ternyata, hal tersebut membuat mereka semakin jauh dari dunia yang ada di luar mobil. Sementara itu, pengemudi dan penumpang depan, kini semakin dimanjakan dengan berbagai perlengkapan hiburan dan infotainment interaktif.

Untuk mengurangi rasa bosan penumpang belakang atau membuat anak-anak kreatif selama perjalanan, divisi Riset dan Pengembangan GM menatang periset dan mahasiswa Future Lab di Bezalel Academy of Art and Design, Israel. Tugas mereka, membuat konsep, yaitu cara baru penumpang belakang - khususnya anak-anak - memperoleh pengalaman yang makin kaya saat berada di dalam mobil.

Para periset dan mahasiswa diminta mengubah kaca pintu mobil menjadi peraga interaktif. Dengan cara ini bisa meningkatkan kepedulian dan menjaga keinginan mereka yang lebih kuat untuk terus berhubungan dengan dunia di luar kendaraan yang ditumpanginya.

�Peraga interaktif pada mobil saat ini, umumnya dirancang untuk pengemudi dan penumpang depan. Kini kami melihat peluang, membuat teknologi koneksi (interface) yang dirancang khusus untuk penumpang belakang,� kata Tom Seder, manajer laboratorium R&D GM untuk hubungan manusia-mesin.

�Kaca pintu yang canggih dapat merespon kecepatan mobil dan memberi tahu lokasi keberadaan kendaraan. Dengan adanya koneksi interaktif, penumpang belakang bisa terhibur dan belajar,� tambah Seder.

Kaca sentuh tersebut diberi nama �smart glass�, berupa kaca bermuatan listrik yang dapat membedakan kondisi kejernihan dan transparansi serta memproyeksikan gambar.
Smart glass kini semakin banyak digunakan pada arsitek dan aplikasi peraga. Teknologi ini juga bisa dilihat pada film Mission Impossible: Gosh Protocol.

6. Mobil Ber-Roda 6 Pertama Di Dunia


Selama 32 tahun tim Covini Engineering mengembangkan riset mengenai mobil sport beroda 6 yang nyaman digunakan.

Six-wheeled C6W adalah mobil modifikasi yang diambil dari mesin Audi 4.2 liter yang punya 433 bhp dengan kecepatan maksimum 297 km/ jam dan yang paling utama, mobil ini punya 6 roda dimana 4 roda terdapat di bagian depan.

Penggunaan 6 buah roda dimana 4 buah roda diletakkan di bagian depan untuk membuat mobil ini lebih stabil pada saat tikungan, mantap di jalan raya dan pengereman.

7. Sepatu Bermata Dua Bagi Tuna Netra


Penderita tuna netra mengalami kesulitan ketika hendak berjalan. Mereka harus tergantung pada tongkat. Nah, bagaimana agar mereka tak tergantung dengan alat bantu tersebut?

Muhammad Luqman dan Faishal Fuad Rahman dari SMA Negeri 2 Yogyakarta menciptakan "Sepatu Bermata Dua", sepatu yang dilengkapi dengan perangkat robotik untuk mengatasi masalah tersebut, menghapus ketergantungan penderita tuna netra pada tongkat.

Perangkat robotik yang digunakan adalah jenis line follower. Perangkat ini disematkan pada sepatu penderita tuna netra. Sebagai sumber daya, dipakai baterai ponsel. Sementara, pada bagian bawah sepatu terdapat sensor yang dapat mendeteksi warna.

"Pada dasarnya sepatu ini bekerja dengan mendeteksi warna," kata Luqman. Untuk mendukung kinerja perangkat ini, penyedia fasilitas gedung atau trotoar tinggal mendesain ubin dengan warna hitam dan putih, dengan warna hitam sebagai jalur bagi penderita tuna netra. Warna hitam bisa juga diganti dengan warna gelap lainnya.

"Dengan sepatu ini, penderita tuna netra tinggal berjalan tanpa perlu tongkat. Sewaktu-waktu pengguna keluar dari jalur, maka sepatu akan berbunyi, jadi penderita bisa kembali ke jalurnya," kata Luqman saat ditemui dalam pameran karya finalis National Young Invovation Award yang diadakan LIPI minggu lalu.

Menurut Luqman, perangkat robotik didesain bisa dipasang dan dilepas sehingga penderita tuna netra bisa berganti sepatu. Ke depannya, Luqman dan Faishal berencana untuk merancang perangkat menjadi lebih ringkas sehingga tidak menyulitkan penderita tuna netra. "Akan bagus kalau ada vendor yang mau bekerja sama," cetus empunya.

8. Masker Tidur yang Bisa Memilih Mimpi


Nama masker ini adalah Remee, bentuknya seperti masker tidur biasa. Remee merupakan perangkat peningkat REM (rapid eye movement) yang bisa membantu penggunanya mengarahkan mimpinya sesuai pilihannya, mulai dari terbang hingga mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Remee merupakan buah pikiran Duncan Frazier dan Steve McGuigan yang mendirikan perusahaan Bitbanger Labs.

Proses kerjanya, saat dalam posisi REM, maka alat ini bekerja masuk alam mimpi dengan cara kilatan cahaya. Remee akan terus menunggu setidaknya sampai 2 jam saat kita benar-benar sudah dalam posisi REM yang dalam.

Uniknya, kita bisa menyadari kalau sedang bermimpi dan memutuskan apakah tetap melanjutkan atau berpindah ke sesi mimpi yang berbeda.
Frazier dan McGuigan mendapat dana dari situs kickstarter dengan target mendapat dana US$35 ribu (Rp326,7 juta). Pada pekan ini, ada lebih dari 6.550 orang menyumbang dan terkumpul US$572.891 (Rp5,3 miliar) untuk mendanai Remee.

Alat ini dijual seharga US$95 (Rp886 ribu) dan kini telah mendapat tujuh ribu pesanan dan kebanyakan berasal dari Australia, Italia dan Spanyol.

Selasa, 20 Maret 2018

Baterai Li-Ion vs Li-Po, Mana yang Terbaik Untuk Smartphone?

Baterai Li-Ion vs Li-Po, Mana yang Terbaik Untuk Smartphone?

Baterai Li-Ion vs Li-Po, Mana yang Terbaik Untuk Smartphone?

Ingat insiden Samsung Galaxy Note 7 yang jadi perbincangan selama tahun 2016 silam? Dengan spesifikasinya yang super canggih, Samsung Galaxy Note 7 dilaporkan meledak karena adanya cacat produksi pada baterai.
Seperti yang kamu ketahui, Samsung Galaxy Note 7 dibekali baterai non-removable berkapasitas 3000mAh. Jenis baterai yang digunakan oleh smartphone ini adalah baterai Li-Ion (Lithium). Jadi sebenarnya jenis baterai apa yang terbaik untuk dipilih saat membeli smartphone? Apakah Li-Ion atau Li-Po (Lithium Polymer)?

Baterai Li-Ion vs Li-Po

baterai-li-ion-vs-li-po (2)
Ngaku deh, selama ini kamu hanya memperhatikan kapasitas baterai saja saat akan membeli smartphone, kan? Padahal selain kapasitas baterai, jenis baterai yang digunakan pada smartphone pun harus kamu perhatikan. Pasalnya jika salah memilih jenis baterai yang tidak sesuai dengan penggunaanmu, bisa-bisa malah jadi masalah di kemudian hari.

Baterai Li-Ion

Baterai Li-Ion adalah jenis baterai yang paling mudah ditemukan pada perangkat pintar seperti smartphone, tablet, hingga laptop. Rata-rata bentuk baterai Li-Ion adalah kotak, sehingga mudah dilepas selama penggunaan, mudah dirawat, dan mampu menampung energi yang banyak. Dan lagi baterai Li-Ion memiliki harga jual yang lebih murah jika dibandingkan baterai Li-Po.
baterai-li-ion-vs-li-po (1)

Namun kelemahan baterai Li-Ion terletak pada materialnya yang mudah terbakar. Hal ini karena baterai jenis Li-Ion menggunakan pembatas berupa metal yang tipis. Jika berada dalam suhu yang tinggi, maka rentan menyebabkan ledakan. Bukan itu saja, jika ada kesalahan reaksi kimia seperti produksi gagal pada baterai Samsung Galaxy Note 7, maka ledakan pun tidak bisa dielakkan. Bahkan kasus hoverboard meledak pun gara-gara menggunakan baterai jenis Li-Ion.
baterai-li-ion-vs-li-po (6)
Kelemahan lain baterai Li-Ion adalah siklus hidup yang pendek. Siklus hidup pada baterai ini berkaitan dengan kemampuannya saat diisi ulang setelah baterai habis. Nah, baterai Li-Ion memiliki siklus hidup terbaik hingga 500 kali proses isi ulang

Baterai Li-Po

Berbeda dengan baterai Li-Ion yang dibanderol dengan harga murah dan banyak digunakan, baterai Li-Po adalah baterai litium tipis yang ringan. Pada praktiknya, baterai Li-Po lebih banyak digunakan oleh para penggila aero modelling. Namun sekarang sudah banyak smartphone flagship yang menggunakan baterai jenis ini.
baterai-li-ion-vs-li-po (5)
Selain ringan, keunggulan baterai Li-Po adalah materialnya yang fleksibel. Karena berbentuk gel, baterai jenis ini mudah dibentuk, sehingga cocok untuk smartphone yang memiliki desain tipis. Baterai ini juga lebih aman dan memiliki siklus hidup yang panjang, hingga 1000 kali proses isi ulang.
baterai-li-ion-vs-li-po (3)
Di balik segala kelebihannya, baterai Li-Po juga memiliki kelemahan, yakni harganya yang mahal dan dibutuhkan charger khusus yang mampu meyalurkan daya sama besar ke seluruh sel baterainya. Maka dari itu, rata-rata smartphone yang dibekali dengan baterai Li-Po pasti dibanderol dengan harga cukup mahal, karena butuh biaya lebih untuk charger-nya.
Setelah baca uraian di atas, kamu paham kan kenapa jangan melihat kapasitas baterainya saja saat membeli smartphone? Nah, kamu pilih smartphone dengan baterai Li-Ion atau Li-Po nih? Yang mana pun sama bagus, walaupun memiliki perbedaan dari baterai Li-Ion dan Li-Po, namun masing-masing punya keunggulan. Tugasmu tinggal menyesuaikan mana yang paling cocok dengan kebutuhanmu.

Mitos Ngecas HP Semalaman Berbahaya, Benar Atau Salah?

Mitos Ngecas HP Semalaman Berbahaya, Benar Atau Salah?

Mitos Ngecas HP Semalaman Berbahaya, Benar Atau Salah?

Salah satu waktu favorit ngecas smartphone ialah pada malam hari. Tinggal tidur, besoknya baterai penuh dan siap menemani aktivitas kamu.
Namun dari dulu banyak yang bilang kalau ngecas smartphone ditinggal tidur alias semalaman itu berbahaya, berpotensi overheat, dan bisa merusak baterai.
Kamu mungkin masih penasaran, benar atau salah sih? Semoga penjelasan dari Jaka tentang mitos ngecas hp semalaman ini bisa mengobati rasa penasaran kamu, simak ya.

Mitos Ngecas HP Semalaman Berbahaya, Benar Atau Salah?

Smartphone Itu Cerdas, Begitu Pula Baterainya

mitos-ngecas-hp-semalaman-1
Namanya juga smartphone, ponsel pintar kamu cerdas, begitu pula baterainya. Boleh dibilang kamu nggak perlu ambil pusing dan khawatir memikirkan cara merawat baterai smartphone yang baik dan benar.
Menurut CEO iFixit, Kyle Wiens, perusahaan Amerika Serikat yang fokus memberikan panduan untuk reparasi smartphone. Masalahnya bukan pada bagaimana proses pengisian, tetapi tentang siklus pengisian baterai itu sendiri.

Ini Semua Tentang Siklus Pengisian Baterai

mitos-ngecas-hp-semalaman-2
Baterai smartphone rata-rata memiliki kapasitas 400 kali siklus pengisian daya. Artinya jika dihitung rata-rata satu hari sekali mengisi daya, kualitas baterai bakal terjamin selama satu setengah tahun bahkan lebih. Setelah itu, perlahan-lahan kualitas baterai mungkin bakal menurun.
Jadi, kesimpulannya nggak masalah jika kamu ngecas smartphone sampai baterai penuh, entah itu siang atau malam, tidak akan memengaruhi kualitas baterai. Meski begitu, pastikan kamu selalu menggunakan charger yang asli dan taruh smartphone di tempat yang aman untuk mencegah overheat.
Seperti yang Apple peringatkan di situsnya, baterai berbasis lithium yang digunakan pada smartphone modern dapat terdegradasi oleh panas yang berlebihan.
Nah kalau ingin baterai smartphone kamu awet, pastikan menjaga siklus pengisian daya. Salah satu caranya, dengan menggunakan smartphone secara bijak.

Selasa, 13 Maret 2018

Mitos! Ini 4 Alasan Ngecas HP Semalaman Nggak Bahaya Sama Sekali

Mitos! Ini 4 Alasan Ngecas HP Semalaman Nggak Bahaya Sama Sekali

Mitos! Ini 4 Alasan Ngecas HP Semalaman Nggak Bahaya Sama Sekali

Untuk kembali menemani aktivitas kamu, smartphone yang digunakan wajib dicharge saat dayanya sudah habis. Namun, di luar sana nyatanya masih banyak mitos yang beredar mengenai bahaya charge smartphone loh.
Salah satunya adalah mitos ngecas hp semalaman bisa bikin baterai jebol. Memang benar ya?
Buat kamu yang penasaran, inilah 4 alasan ngecas hp semalaman nggak bahaya sama sekali!

4 Alasan Ngecas HP Semalaman Nggak Bahaya Sama Sekali

Banyak orang meninggalkan smartphone dalam keadaan mengisi daya semalaman dengan harapan baterai akan terisi penuh di pagi harinya. Nah, nyatanya mitos kebiasaan ini membuat baterai jebol nggak sepenuhnya benar loh!

1. HP Sudah Pintar, Masa Baterainya Nggak?

HP alias smartphone sesuai dengan namanya sudah dibekali kemampuan cukup pintar. Tentu dengan alasan ini, smartphone sudah mampu menghitung daya yang masuk ke baterai dan menyesuaikannya ketika hampir penuh guys.
HP Sudah Pintar
Menurut pihak Anker, salah satu perusahaan daya smartphone, semua perangkat saat ini sudah memiliki chipset built-in yang mencegah proses charging saat baterai menyentuh 100 persen. Tentu kamu harus menggunakan perangkat asli ya.

2. Pengisian Daya Dihitung Berdasarkan Siklus

Sebenarnya belum ada patokan pasti mengenai penghitungan daya baterai pada smartphone. Namun menurut Kyle Wiens, pakar dari iFixit mengatakan umur sebuah baterai dihitung dari cycle count alias siklus pengisian daya.
Siklus Pengisian Daya Baterai
Menurutnya cycle count sendiri dihitung seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat daya baterai hingga penuh. Jika kamu menghabiskan setengah daya, lalu mengisinya kembali hingga full, maka hanya tergitung setengah siklus guys.

3. Semua HP Saat Ini Sudah Non-Removeable

Kalau kamu sadari, kebanyakan smartphone saat ini sudah mengadopsi baterai non-removeableyang artinya nggak bisa digonta-ganti. Berbeda dengan bebera tahun ke belakang yang masih menggunakan konsep baterai removable.
Baterai Smartphone Removeable
Melihat tren ini, kamu sepertinya sih nggak perlu mengkhawatirkan lagi tentang masalah baterai jebol dan sebagainya. Seperti pada poin pertama di atas, smartphone sudah dibekali kemampuan canggih untuk menjaga kesehatan baterai.

4. Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengganti HP?

Kyle Wiens menambahkan lagi, rata-rata sebuah baterai smartphone bakal bertahan hingga 400 cycle count. Dengan angka seperti itu, HP atau smartphone kamu diperkirakan akan menurun performa daya baterai seenggaknya sekitar 1 hingga 2 tahunan.
Ganti HP Baru
Dengan rentang waktu yang cukup lama, kamu pun mungkin sudah berpikiran untuk mengganti HP bukan? Jadi nggak perlu dipermasalahkan, karena performa baterai sudah pasti turun lama-kelamaan.

4 Mitos Bahaya Ngecas Laptop dengan Charger Laptop Lain!

4 Mitos Bahaya Ngecas Laptop dengan Charger Laptop Lain!

4 Mitos Bahaya Ngecas Laptop dengan Charger Laptop Lain!

Kamu seorang mahasiswa yang lagi sibuk-sibuknya sama tugas kuliah yang bertumpuk atau mungkin lagi berkutat sama yang namanya skripsi? Atau kamu adalah seorang pegawai muda yang harus fleksibel bekerja di mana dan kapan aja? Tentunya sebuah laptop kini jadi 'sahabat' terdekat kamu.
Ngomongin soal laptop, tentunya kamu sering mendengar banyak mitos seputar perangkat yang satu ini, bukan? Salah satunya mitos tentang masalah pengisian baterai. Benar gak sih kalau ngecas laptop dengan charger laptop lain berbahaya? Daripada banyak berspekulasi, mendingan kamu simak ulasan Jaka berikut ini mengenai mitos bahaya ngecas laptop dengan charger laptop lain.

4 Mitos Bahaya Ngecas Laptop dengan Charger Laptop Lain

1. Spesifikasi Charger

mitos-bahaya-ngecas-laptop-1
Gak semua laptop sama. Meski dengan merk yang sama, tiap laptop punya jenisnya masing-masing. Ada laptop untuk aktivitas sehari-hari, ada pula laptop gaming yang membutuhkan daya yang tentunya lebih besar. Maka, menggunakan charger dengan spesifikasi yang gak sesuai bisa membahayakan laptop kamu.
Mengisi baterai laptop gaming dengan charger laptop biasa tentunya gak akan cukup untuk mengisi dayanya hingga penuh, atau setidaknya butuh waktu sangat lama. Sedangkan ngecas laptop biasa dengan charger laptop gaming malah berpotensi merusak baterai dan komponen lain laptop.

2. Charger dan Laptop Beda Merk?

mitos-bahaya-ngecas-laptop-2
Kalau spesifikasi beda meski satu merk aja tergolong membahayakan, apalagi kalau menggunakan charger yang merknya berbeda dengan si laptop? Bisa dipastikan kalau hal itu akan membahayakan laptop kamu. Sayangnya, tukar-menukar charger seringkali dilakukan orang dalam situasi darurat.
Dalam beberapa kejadian tertentu, laptop kamu masih bisa selamat. Ada beberapa charger yang meskipun berbeda merk, namun berasal dari satu manufaktur. Tapi tentunya gak semua bisa demikian. Lebih baik kamu jaga baik-baik laptopmu dengan menggunakan charger kepunyaan sendiri.

3. Beli Charger Murah Meriah

mitos-bahaya-ngecas-laptop-3
Charger original kamu rusak? Gak sedikit orang yang memilih 'hemat' dengan membeli charger murah namun gak jelas asal-usul dan kualitasnya. Alhasil, banyak dari mereka yang harus rela laptopnya jadi korban karena penggunaan charger murah tersebut malah merusak komponen laptop.
Perilaku di atas harus segera diubah. Alangkah lebih baik untuk mengeluarkan lebih banyak uang di awal untuk membeli charger original ketimbang mengeluarkan budget besar di akhir untuk biaya memperbaiki atau bahkan membeli laptop baru.

4. Pengecualian: MacBook

mitos-bahaya-ngecas-laptop-4
Untuk kamu pemilik laptop keluaran Apple, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan MacBook, maka kamu bisa lebih tenang namun juga tetap perlu waspada. Kamu bisa tenang karena seri MacBook apapun bisa saling menggunakan charger selama masih bermerk Apple. Jadi, kamu gak perlu memikirkan kecocokan spesifikasi charger.
Namun, kamu tetap harus waspada akan beredarnya charger atau perangkat palsu. Produk Apple memang dikenal sebagai produk yang banyak dibuat tiruannya. Salah-salah membeli dan menggunakan charger, MacBook kamu (yang harganya pasti mahal) malah bisa rusak dan bikin kamu super nyesel.

Awas! Ini 5 Bahaya Sering Mengantongi Smartphone

Awas! Ini 5 Bahaya Sering Mengantongi Smartphone

Awas! Ini 5 Bahaya Sering Mengantongi Smartphone

Smartphone kini memang jadi salah satu benda terpenting yang wajib dibawa ke mana dan kapanpun. Biasanya, kita yang membawa tas (terutama wanita) akan meletakkan smartphone di dalamnya kala berpergian. Tapi, tak sedikit orang yang masih meletakkannya di kantong celana.
Ya, kebiasaan itu masih dilakukan sebagian orang meski smartphone kini banyak berukuran besar. Selain tak nyaman, hal itu nyatanya bisa berdampak negatif. Berikut ulasan lima bahaya mengantongi smartphone.

5 Bahaya Mengantongi Smartphone Secara Rutin

1. Nyeri di Bagian Tubuh Sekitar Kantong

Kamu punya smartphone berukuran besar (5 inci ke atas) plus celana jeans super ketat, serta punya kebiasaan memasukkan smartphone ke dalam kantong, maka kamu sudah memenuhi semua syarat yang diperlukan untuk mengalami risiko yang pertama.
bahaya-mengantongi-smartphone-1
Ya, kamu berpotensi terkena nyeri di beberapa bagian tubuh sekitar kantung celana. Sebuah penelitian dari Consumer Reports mengamini hal tersebut. Menurut para pakar di sana, tekanan yang disebabkan oleh smartphone dalam kantong akan menimbulkan rasa nyeri berkepanjangan di paha, pinggul dan pinggang kamu.

2. (Tak Sengaja) Melakukan Panggilan Darurat

Sebagian besar smartphone menyediakan fitur panggilan darurat yang bisa dilakukan kala smartphone masih dalam keadaan terkunci. Hal ini bisa jadi salah satu bahaya yang ditimbulkan dari seringnya meletakkan smartphone di dalam kantong celana.
bahaya-mengantongi-smartphone-2
Tekanan yang ditimbulkan dalam kantong bisa membuat smartphone secara gak sengaja melakukan panggilan darurat. Hal itu ternyata bukan hal sepele lho. Di Amerika Serikat, tepatnya di San Francisco, 30% panggilan darurat terjadi akibat ketidak sengajaan. Hal ini membuat polisi dan pihak kemanan setempat melakukan pekerjaan sia-sia.

3. Kerusakan Smartphone

bahaya-mengantongi-smartphone-3
Sumber foto: Sumber: The Verge
Hal ini tentunya tak perlu lagi penjelasan lebih ya. Smartphone yang sering mengalami tekanan secara rutin dan berada dalam suhu kantong yang panas dalam jangka waktu lama, maka potensi kerusakan akan semakin besar. Belum lagi jika si pengguna termasuk tipe yang tak bisa diam.

4. Masalah Kesehatan Lebih Serius, Termasuk Kemandulan

bahaya-mengantongi-smartphone-4
Selain nyeri di bagian tubuh sekitar kantong celana, seringnya mengantongi smartphone juga berpotensi menyebabkan masalah kesehatan lebih serius. Panas yang dihasilkan smartphone nyatanya memang memberi dampak, baik secara langsung atau tidak langsung. Bahkan untuk pria, ada risiko kemandulan akibat panas smartphone yang bisa menyerang testis.

5. Terbakar

bahaya-mengantongi-smartphone-5
Bahaya yang terakhir ini sesuai dengan judulnya, alias terbakar secara harafiah. Ya, dalam beberapa kasus ditemukan smartphone panas hingga terbakar dalam kantong celana penggunanya. Hal ini biasanya terjadi bagi pengguna yang menaruh smartphone di kantong belakang.